Abid dan Farah Sumbang Uang Calengan untuk Rehab Teras SDIT Muhammadiyah

0
105

RR, BIREUEN—Sungguh luar biasa pemikiran Abid dan Farah, siswa kelas 3 SDIT Muhammadiyah Bireuen. Keduanya rela menyumbangkan seluruh uang celengan untuk biaya perbaikan teras sekolah yang rusak akibat diterpa angin kencang beberapa waktu lalu.

Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen Rizky Dasilva SPdI MA kepada Rimba Raya, Rabu (15/5/2019), mengungkap rasa haru dengan apa yang dilakukan oleh Abid dan Farah. “Alhamdulillah, Bang Abid Kelas 3b, memecahkan uang celengan untuk memperbaiki teras Muraja’ah yang diterpa angin kencang kamaren. Sebagai kepala sekolah, hari ini saya sangat terharu. Tiba-tiba air mata saya mengalir, padahal saya sudah berusaha menahan, tapi sulit rasanya,” tutur Rizky Dasilva.

Menurut Rizky, anak sekecil Abid bersama kakaknya sudah terdidik menjadi pribadi yang saleh. “Inilah yang disebut kesalehan sosial. Barakallah Bang Abid dan Kak Farah. Selamat juga buat ayah dan ibunya,” ucap Rizky lagi.

Adik-kakak ini, lanjut Ricky, mengungkapkan kepadanya bahwa Abid sudah lama menabung. “Saya jadi gemetar, mengingat diri saya dan banyak orang dewasa justru mengabaikan berinfak. Apalagi di bulan ramadhan. Abid berinfak Rp450 ribu. Bagi saya jumlah itu sangat besar mengingat usia Abid baru 8 tahun,” papar Kepala SDIT Muhammadiyah ini.

Abid dan Farah, lanjut Rizky, mengajarkan kita tentang kecintaan akhirat dan menghilangkan kecintaan harta di dunia. “Kecintaan kepada dunia yang berlebihan membuat kita lupa diri. Bahwa kematian itu pasti akan datang. Hanya amalan di dunia yang bisa menolong kita. Terimakasih Abid dan Farah atas pelajaran buat kami dewasa hari ini,” katanya.

Menurutnya lagi, persepsi kesalehan seorang muslim banyak yang keliru. Banyak orang menganggap seorang yang taat, hanya cukup dengan baik hubungannya dengan Allah. “Banyak beribadah, banyak baca Alquran. Menghafal Alquran. Lalu mengabaikan hubungan dengan manusia, mengabaikan kepedulian sosial. Mengabaikan kepedulian saat saudaranya tertimpa musibah. Bahkan ada yang lebih parah mengabaikan akhlak dan kesantunan, tutur kata yang buruk yang bisa menyakiti hati saudaranya sampai di bawa ke akhirat,” ungkap Ricky.

Di zaman hidonisme seperti sekarang ini, imbuhnya, banyak orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sikap individualisme sangat ketara dalam kehidupannya. “Abid dan Farah mengajarkan kita hari ini, peduli sesama, membantu sesama. Bukan meremehkan sesama dan membenci sesama. Beginilah ajaran Islam yang sesungguhnya. Semoga calengan Abid dan Farah menjadi kendaraan ke surga dan menjadi padamnya api neraka buat ayah dan ibunya,” pungkas Rizki Dasilva.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here