Ditanya Jumlah Raqan, Ketua Banleg DPRK Bireuen Selalu Menghindar

0
159
Ketua Banleg DPRK Bireuen Yusriadi.

RR, BIREUEN—Yusriadi, Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRK Bireuen, terus menghindar atau mengelak ketika ditanyakan tentang jumlah rancangan qanun yang belum dibahas dan sudah dibahas pada periode 2014-2019.

Bulan Juli lalu, Rimbaraya menanyakan perihal jumlah rancangan qanun sudah dibahas dan disahkan sejak 2014-2019, baik yang diajukan oleh eksekutif maupun rancangan qanun inisiatif kepada Sekretariat DPRK Bireuen melalui Kabag Hukum dan Risalah.

Oleh Kabag Hukum dan Risalah Sekretariat DPRK Bireuen, Dr Mukhtaruddin SH MH meminta waktu beberapa hari agar dapat mengumpulkandata terlebih dahulu, mengingat ia baru menempati jabatan tersebut.

Setelah data (jumlah rancangan qanun yang diajukan oleh eksekutif) diperoleh, Mukhtaruddin memberitahukan terlebih dahulu kepada Ketua Banleg DPRK Bireuen, Yusriadi melalui HP bawahannya. Namun oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melarang data tersebut diserahkan kepada media ini.

Alasannya, saat itu yang disampaikan langsung kepada media ini melalui HP staf Sekretariat DPRK, diminta bersabar karena data tersebut akan diserahkan oleh Yusriadi. “Mohon bersabar barang 3 hari ya. Nanti datanya saya serahkan langsung sekalian ada hal-hal yang perlu dijelaskan. Mohon bersabar ya. Tiga hari tidak lama,” ujar Yusriadi melalui HP pada akhir bulan Juli 2019.

Pada 7 Agustus 2019 sebagaimana dijanjikan oleh Yusriadi, Rimbaraya menghubungi kembali ke Bagian Risalah dan Hukum Sekretariat DPRK. Di sana, lagi-lagi data yang diminta tidak dapat diperoleh.

Yusriadi yang dihubungi ke nomor ponselnya juga tidak menjawab panggilan media ini. Kemudian dikirim pesan lewat whatsapp. “Saba ilee adoe…untuk lon hub Lom.. Mantong na kgtn bacut Teuk… (Sabar dulu adek. Nanti saya hubungi lagi. Masih ada kegiatan sedikit lagi),” tulis Yusriadi melalui pesan whatsapp pribadinya.

Terakhir, Senin (19/8/2019) di Kantor DPRK Bireuen, Yusriadi yang ditemui langsung pada waktu siang masih tetap berusaha menghindar saat ditanya mengenai jumlah rancangan qanun yang sudah dibahas dan belum dibahas.

“Mohon sabar sebentar ya. Nanti sore (hari ini) selesai rapat paripurna saya kasih datanya untuk dipublikasi,” elaknya.

Namun, lagi-lagi, usai rapat paripurna di Gedung DPRK Bireuen, sang politikus PKS ini tak dapat dipegang janjinya. Bahkan dihubungi ke nomor HP-nya juga tidak direspon.

Sementara, menurut informasi, rancangan qanun tentang perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diajukan tahun 2017 sampai saat ini belum dibahas. Sedangkan masyarakat sangat mengharapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dapat dibentuk kembali di Kabupaten Bireuen.

Konon, usulan pembentukan kembali Dispora belum dapat diwujudkan karena lambannya pihak legislatif membahas rancangan qanun OPD. Meski begitu, tidak diketahui alasan pasti mengapa pembahasan rancangan qanun dimaksud masih berlarut-larut.(Rizanur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here