Dugaan Pungli Dana BOS di Kemenag Bireuen Masih Berlanjut

0
380

RR, BIREUEN—Dugaan pengutipan liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terus berlanjut. Ditengarai, pada Senin (24/6) sore ini, para kepala sekolah diminta menyetorkan langsung hasil pengutipan itu ke Kantor Kemenag.

Informasi terkini yang diperoleh RimbaRaya dari PNS di lingkungan Kemenag Bireuen, bahwa pungli itu masih terus berlanjut. “Sekarang, para kepala sekolah disuruh antar langsung uang itu ke Kemenag. Dan diminta sore ini disuruh antar,” jelas sumber itu, Senin (24/6).

Menurut sumber ini, penyetoran langsung itu dikarenakan pihak Gugus dan pengurus Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) sudah tidak berani lagi mengumpulkan uang tersebut. “Alasan pengumpulan uang itu macam-macam, bahkan katanya ada yang mau disetorkan ke aparat,” papar sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Dua hari lalu, Kepala Tata Usaha (TU) Kemenag Bireuen Mukhlis mengatakan pungutan dana BOS itu dilakukan untuk kegiatan yang dibenarkan secara aturan. “Namun, ini sudah dihentikan karena menimbulkan kontroversi di internal sekolah,” katanya kepada RimbaRaya di satu cafe di Kota Bireuen.

Mukhlis meminta media ini untuk tidak melanjutkan lagi pemberitaan menyangkut dugaan pungli dana BOS yang merupakan jatah para siswa di sekolah jajaran Kemenag Bireuen. Pihaknya mengaku kapok atas pemberitaan tersebut. “Jangan dilanjut lagi, kami sudah kapok. Mau bantah tidak melakukan seperti itu, media juga pasti punya sumber tersendiri sebelum menurunkan beritanya,” ujarnya.

Kepala TU itu juga menyatakan Kakanmenag Bireuen menitipkan salam untuk awak media RimbaRaya. “Pak Jol (Kakan Kemenag Bireuen Zulkifli Idris—red) sangat ingin bersilaturahmi dengan semua wartawan,” tuturnya.

Sebelumnya, beberapa kepala sekolah yang juga pengurus K3M saat ditemui RimbaRaya memberikan keterangan yang berbeli-belit menyangkut dugaan pungli dana BOS. Mulai kepala MIN, kepala MTsN hingga kepala MAN, memberikan keterangan yang tidak bisa dicerna.

Namun, di antara mereka ada yang mengakui bahwa hasil pungutan sebelumnya Rp900 ribu per sekolah telah diserahkan ke kantor Kemenag melalui Ketua K3M Mundassir. “Tapi kalau yang katanya dipotong Rp14 ribu per siswa itu belum sepenuhnya ditindaklanjuti,” sebut seorang kepala sekolah.

Pada pemberitaan sebelumnya, Ketua K3M Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Mudassir SAg MAg yang ditemui RimbaRaya, Senin (17/6) sore, mengaku tidak tahu menahu tentang hal tersebut. “Saya pun baru pulang dari Banda Aceh. Kalau memang benar informasinya semacam itu, berarti bukan atas perintah saya,” sebutnya.

Dia juga meminta media ini untuk memberitakan persoalan itu agar terungkap siapa pelakunya. “Ya, beritakan saja. Kalau memang terjadi demikian (pemotongan dana BOS) akan ketahuan pemainnya,” tandas Mudassir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here