Dugaan Pungli Dana BOS Ditengarai Terjadi di Semua Sekolah Jajaran Kemenag Bireuen

0
497
Ilustrasi 'sunat' dana BOS.

RR, BIREUEN—Dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh jajaran Kantor Kementerian Agama ditengarai terjadi di semua jenjang sekolah, mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.

Sejumlah sumber dari kalangan Kemenag Bireuen yang ditemui RimbaRaya, Selasa (18/6), menyebutkan, kebijakan pemotongan dana BOS untuk keperluan di luar Juknis diberlakukan di semua sekolah jajaran Kemenag di Kabupaten Bireuen. “Jadi, tidak hanya dana BOS bagi siswa MI yang potong, tapi juga BOS di MTs dan MA,” sebut seorang guru yang minta tidak dipublikasikan namanya.

Sumber lain menambahkan, pemotongan dana tersebut dikoordinir oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kemenag Bireuen. “Uang yang dipotong itu juga dikumpulkan melalui pengurus K3M,” ungkapnya.

Antara lain, jelas dia, dikumpulkan oleh wanita berinisial N dari MIN 12 Bireuen, lalu pria berinisial M dari MTsN 7 Bireuen, dan seorang Kepala MAN di Bireuen berinisial A. “Besaran kutipannya Rp14.000 per siswa penerima dana BOS. Totalkan saja berapa jumlah siswa di seluruh sekolah yang ada di bawah Kemenag Bireuen,” tambahnya.

Informasi lain yang diperoleh RimbaRaya, pengumpulan uang dari pemotongan dana BOS itu akan digunakan untuk biaya pemberkasan penerimaan tunjangan kinerja (Tukin) ANS yang akan dilakukan Kementerian Agama RI. “Kabarnya, itu untuk biaya kelengkapan berkas penerimaan Tukin yang akan dilaksakan oleh jajaran Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI,” sebut sumber di Kemenag.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Drs H Zulkifli Idris MPd menyatakan pihaknya tidak pernah mentoleril penggunaan dana BOS di luar Juknis yang telah ditetapkan. “Dana BOS dikelola langsung oleh sekolah dan harus digunakan sesuai Juknisnya,” sebutnya saat dihubungi RimbaRaya, Selasa (18/6) sore.

Terkait dugaan pemotongan yang dikeluhkan para guru, sebut Zulkifli, dirinya hanya pernah memerintahkan penggunaan dana BOS untuk kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). “Saya Cuma pernah mengeluarkan kebijakan bahwa untuk kegiatan KSM bisa menggunakan dana BOS. Dan ini dibenarkan,” katanya.

Namun, dia mengaku tidak bisa memastikan apakah hal itu telah dilakukan atau belum. “Kalau KSM memang dilaksanakan tingkat sekolah,  gugus, provinsi hingga tingkat nasional,” paparnya.

Zulkifli menambahkan, dirinya juga akan mencari tahu apakah pemotongan yang dilakukan melalui K3M untuk kegiatan KSM atau di luar kepentingan tersebut. Dia juga membantah informasi yang menyebutkan dana hasil pemotongan itu untuk biaya kelengkapan berkas penerimaan Tukin. “Ini sama sekali tidak benar. Pemberkasan untuk penerimaan Tukin sama sekali tidak ada kaitan dengan dana BOS,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua K3M Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Mudassir SAg MAg yang ditemui RimbaRaya, Senin (17/6) sore, mengaku tidak tahu menahu tentang hal tersebut. “Saya pun baru pulang dari Banda Aceh. Kalau memang benar informasinya semacam itu, berarti bukan atas perintah saya,” sebutnya.

Dia juga meminta media ini untuk memberitakan persoalan itu agar terungkap siapa pelakunya. “Ya, beritakan saja. Kalau memang terjadi demikian (pemotongan dana BOS) akan ketahuan pemainnya,” tandas Mudassir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here