Eks Gedung Hermes Palace Mall Segera Dijadikan Plaza Aceh

0
67

RR, BANDA ACEH—Sebuah pusat perbelanjaan dengan konsep Islami segera hadir di Banda Aceh. Mall tersebut dinamakan Plaza Aceh. Lokasi bangunan plaza ini menggunakan bekas gedung Hermes Palace Mall di kawasan Beurawe, Banda Aceh.

“Iya, kita akan menggunakan bangunan Hermes Mall. Nanti konsepnya berubah ke  konsep Timur Tengah yang lebih Islami,” kata Mall Director Plaza Aceh, Tubagus Faisal Yusuf, Kamis (21/3/2019) saat bertemu Walikota Banda Aceh Aminullah Usman.

Kata sosok yang akrab disapa Bagus ini, konsep mall-nya sedikit berubah, di mana nantinya akan lebih ke konsep life style. “Kita buat lebih banyak gerai makanan nantinya. Kita ingin mall ini menjadi tempat untuk warga berkumpul bersama keluarga,” kata Bagus.

Untuk menunjang konsep tersebut, bangunan bekas Hermes Mall ini akan mengalami sedikit renovasi. “Stasus bangunan tidak berubah, namun ada beberapa izin yang diperbarui sesuai dengan status mall yang dikelola oleh perusahaan baru,” ungkapnya.

Dengan konsep baru ini, Bagus mengatakan Plaza Aceh nantinya akan membutuhkan tenaga kerja lebih banyak, bisa sampai dua hingga tiga kali lipat. “Dengan konsep yang berubah, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak lagi. Saat ini sekitar 200 orang, nanti bisa sampai 600 hingga 800 orang. Kita rekrut mayoritas putra daerah, hanya beberapa spesialisasi saja yang tidak ada di sini mungkin dari luar,” ungkapnya.

Walikota sendiri menyambut baik hadirnya Plaza Aceh ini. Katanya, sangat sejalan dengan upaya Pemko Banda Aceh menarik banyak wisatawan ke ibukota Provinsi Aceh. “Kita sangat mendukung, kita memang sedang menggenjot kunjungan wisata. Ada kenaikan signifikan dari 2017 ke 2018, yakni 105 ribu orang. Apalagi kalau fasilitas di Banda Aceh lebih banyak seperti hadirnya Plaza Aceh, akan lebih banyak yang datang,” kata Aminullah.

Selain untuk fasilitas penunjang sektor wisata, Aminullah melihat kehadiran Plaza Aceh juga akan memberikan lapangan kerja bagi warga kota. “Ada lapangan kerja baru, akan mengurangi angka pengangguran pastinya. Karena kita sudah minta harus rekrut putra daerah sebagai tenaga kerja,” ungkap Aminullah.

Bukan hanya soal tenaga kerja, Walikota juga meminta pihak pengelola memberikan space bagi UMKM dan pengusaha lokal, seperti kerajinan, kopi Aceh, mie Aceh dan kuliner khas tanah rencong lainnya.  “Jadi kita minta ada produk produk lokal juga nanti dijual di Plaza Aceh, pengusaha dan UMKM kita bisa mendapatkan keuntungan hadirnya mall ini,” tutup walikota yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here