Kemenag Bireuen Diduga Pungli Dana Bos

0
589

RR, BIREUEN—Sejumlah Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bireuen diresahkan dengan kebijakan Kantor Kementerian Agama setempat. Keresahan itu menyangkut kebijakan pengumpulan uang dengan ‘menyunat’ dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang manjadi hak siswa.

Sumber RimbaRaya mengungkapkan uang yang dipotong dari dana BOS itu disebut-sebut akan distor ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen melalui Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Bireuen.

“Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah siswa di masing-masing sekolah. Per siswa dikutip Rp14.000,” ujar sumber yang minta tidak dipublikasi identitasnya, Senin (17/6).

Tentang alasan penggunaan uang yang dikumpul dari setiap madrasah itu, kata guru MIN sektor timur Kabupaten Bireen ini, akan diserahkan kepada Kakanmenag Kabupaten Bireuen. “Sebagian kepala MI belum berani merespon perintah itu, tapi dua rayon telah setuju memotong dana BOS untuk distorkan ke K3M,” sebutnya.

Ketua K3M Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Mudassir SAg MAg yang ditemui RimbaRaya, Senin (17/6) sore, mengaku tidak tahu menahu tentang hal tersebut. “Saya pun baru pulang dari Banda Aceh. Kalau memang benar informasinya semacam itu, berarti bukan perintah saya,” sebutnya.

Dia juga meminta media ini untuk memberitakan persoalan itu agar terungkap siapa pelakunya. “Ya, beritakan saja. Kalau memang terjadi demikian (pemotongan dana BOS) akan ketahuan pemainnya,” tandas Mudassir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here