Oknum Perangkat Gampong Blang Asan Ditengarai Jual-Belikan Aset Pemkab Bireuen

0
1215
Deretan warung liar yang dibangun di lahan Pemkab Bireuen.

RR, BIREUEN—Oknum perangkat Gampong Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, ditengarai memperjual belikan asset Pemkab Bireuen di seputaran lapangan sepakbola.

Seperti diketahui, lapangan sepak bola di Gampong Blang Asan yang luasnya sekitar 1 hektar merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Namun, dalam setahun terakhir, aset tersebut yang berbatasan langsung dengan jalan nasional (sebelah selatan), sebagiannya telah dikuasai secara ilegal oleh oknum perangkat gampong setempat untuk didirikan bangunan.

Dari penelusuran RimbaRaya, aset milik Pemkab Bireuen yang dikuasai olek oknum-oknum itu telah dikavling, dan setiap kavling dibandrol Rp15-20 juta.

Tidak hanya memperjual belikan aset, namun fasilitas pagar beton yang dibangun dengan uang negara melalui bantuan aspirasi Drs H Anwar Idris (Anggota DPR-RI Fraksi PPP), turut dirusak untuk kepentingan oknum tersebut.

Selain itu, ada pohon yang ditanam oleh Pangdam Iskandar Muda saat penutupan kegiatan TMMD tahun 2018, pun menjadi korban akibat tercemar air limbah doorsmeer. Bahkan, ada pohon besar yang juga ditanam melalui kegiatan TNI pun ditebang saat bangunan liar tersebut didirikan.

Sejumlah masyarakat Blang Asan pernah mempertanyakan kepada perangkat gampong perihal diperjualbelikannya aset milik Pemkab Bireuen dan hasilnya masuk ke kantong pribadi.

“Waktu rapat sudah pernah kami pertanyakan, kenapa tanah lapangan itu dijual ke pihak luar. Kenapa tidak dimanfaatkan untuk gampong saja. Namun tidak ada penjelasan yang masuk akal,” ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Terkait hal tersebut, Keuchik Gampong Blang Asan Jalaluddin sampai saat ini belum dapat dihubungi.

Selanjutnya, Camat Peusangan Erry Seprinaldi SSTP SSos MSi kepada RimbaRaya, Jumat (6/9/2019), mengaku sudah mengetahui perihal adanya oknum perangkat Gampong Blang Asan dyang iduga memperjualbelikan aset milik pemerintah.

Menurutnya, masalah tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Bireuen H Saifannur SSos. Bahkan, lanjut dia, masyarakat yang terlibat dalam jual-beli aset pemerintah secara ilegal itu juga telah diingatkan.

“Yang diperjualbelikan itu adalah aset pemerintah. Tidak boleh menguasai milik negara tanpa izin. Dan ada yang datang ke saya minta dibuatkan surat izin pemakaian aset, namun kami tolak, karena itu bukan wewenang saya,” ungkap Erry Seprinaldi.

“Saya sudah mengingatkan juga masyarakat yang telah membayar sewa lahan kepada oknum perangkat gampong, harus siap jika nanti bangunan yang telah didirikan secara ilegal di atas lahan milik pemerintah ditertibkan, dan jangan menuntut ganti rugi. Apalagi perjanjian sewa menyewa bukan dengan pihak pemerintah, namun dengan pihak liar,” papar mantan Camat Simpang Mamplam ini.

Camat Peusangan juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak merusak fasilitas milik pemerintah karena akan berurusan dengan hukum nantinya.

Menyangkut dengan ada bagian pagar lapangan sepak bola yang dibangun dengan uang negara dirusak, Camat mengaku sudah melaporkannya kepada Bupati Bireuen. “Terhadap kerusakan fasilitas lapangan, pohon yang ditanam oleh TNI ditebang dan mati karena tercemar limbah air doorsmeer sudah kami laporkan ke Bupati,” tandas Erry Seprinaldi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here