Pemerintah Diminta Tindak Tegas Bangunan Liar di Atas Irigasi

0
91

RR, BIREUEN—Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Bireuen meminta kepada pemerintah setempat dan Pemerintah Aceh untuk menindak tegas terhadap bangunan liar yang didirikan di atas saluran irigasi.

Demikian dikatakan Ketua P3A Kabupaten Bireuen H Yusri Abdullah kepada RimbaRaya, Rabu (26/6/2019) yang dihubungi melalui sambungan telepon selular. Menurutnya, belakangan ini sudah banyak berdiri bangunan ilegal di atas saluran irigasi di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

“Kalau dibiarkan, saluran irigasi ini akan rusak akibat ada bangunan di atasnya. Selain itu, akan menyebabkan dangkalnya palung saluran, karena tidak bisa dibersihkan sendemen yang terus menumpuk di palung saluran,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut mantan Anggota DPR Kabupaten Bireuen dari Partai Golkar ini, pemerintah harus bertindak tegas terhadap siapa pun yang mendirikan bangunan di atas saluran irigasi. “Dan bangunan yang sudah dibangun juga harus dibongkar tanpa tebang pilih untuk mengamankan sarana publik. Membangun irigasi itu butuh biaya sangat besar, makanya perlu dijaga, jangan sampai terganggu aliran air ke sawah. Yang rugi kan petani,” tegasnya.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Bireuen Fadli ST MSM melalui Kabid Pengairan Maimun ST yang dihubungi terpisah, mengaku telah menyurati semua camat dalam Kabupaten Bireuen terkait larangan mendirikan bangunan di atas saluran irigasi.

“Kita sudah kirim surat edaran kepada semua camat menyangkut pengamanan saluran irigasi. Namun, jika ada masyarakat yang sudah mendirikan bangunan, baik permanen atau bukan, kita akan koordinasi dengan semua pihak. Bagaimana solusinya nanti,” ungkapnya.

Pantauan media ini, di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, bangunan liar di atas saluran irigasi sudah menjamur. Bahkan, di kawasan Cot Tarum Baroh, Kecamatan Jeumpa, ada bangunan permanen yang didirikan di atas saluran irigasi. (Rizanur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here