Pimpinan Muhammadiyah Aceh Ajak Warganya Teladani Ketaatan Nabi Ismail dan Ibrahim

0
74
Dr Aslam Nur LML MA

RR, BIREUEN—Pimpinan Muhammadiyah Aceh, Dr Aslam Nur LML MA mengajak warga Muhammaddyah untuk meneladani ketaatan yang dimiliki Nabi Ibrahiam AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Hal itu disampaikan Dr Aslam saat menjadi khatib pekaksanaan Salat Idul Adha 1440 H di Halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen, kawasan Gampong (Desa) Geulanggang Baro, Kecamatan Kotajuang, Kabupaten Bireuen, Minggu (11/8). Salat tersebut diimami oleh Ketua Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, dr Athaillah A Latif SpOG.

Di hadapan seribuan lebih jamaah salat ied di halaman masjid itu, Aslam Nur memaparkan tentang perjalanan hidup Nabi Ibrahim Alaihisalam dan mengajak jamaah untuk meneladani Nabi Ibrahim dan putranya Ismail.

Diungkapkannya, banyak tantangan yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim ketika mencari Allah. Namun Ibrahim tidak mau terjebak dengan kemusyirikin yang berkembang di masyarakat ketika itu.

“Menyikapi kondisi masyarakat sekarang ini yang penuh dengan pemikiran dan bermacam aliran atau Islam yang warna warni, kita harus berani menolak dengan menampakkan iman kepada Allah sebagaimana teguhnya iman Nabi Ibrahim yang tidak mau menyembah berhala,” sebutnya.

Diceritakan khatib, setelah Ibrahim menemukan Allah, maka dia pun mendapat cobaan, seperti dibakar dalam kobaran api. “Tidak sampai di situ saja, cobaan yang paling besar diterima Ibrahim adalah perintah penyebelihan putranya,” katnya.

Cobaan sebesar itu pun tidak menggoyah iman Ibrahim. “Bandingkan dengan kita, Nabi Ibrahim disuruh menyembelih putranya dilaksanakan, kita dipanggil ke mesjid saja untuk salat lima waktu, itu pun malas kita lakukan,” ujar Aslam Nur.

Di bagian lain, Aslam Nur juga mengkisahkan tentang peristiwa Nabi Ibrahim yang meninggalkan istrinya dan putranya Ismail di padang pasir yang tidak ada bekal sedikitpun. Namun, sebut Aslam Nur, atas ketaatan Ibrahim dan keiklasan istrinya Siti Hajar pada perintah Tuhan maka membawa berkah bagi daerah tersebut.

Usai pelaksanaan salat ied, di area mesjid itu juga dipotong hewan kurban. Menurut panitia kurban Mus Marwan, sebanyak 23 sapi dan seekor kambing kurban disembelih di tempat itu.

Sementara salat Idul Adha 1440 H di Masjid Muhammadiyah Juli bertindak sebagai khatib adalah Dr Muhajir Muhammad Amin dari Lhoksemawe. Jamaah salat ied di mesjid itu mencapai seribuan orang.

Di Madjid Taqwa Muhammadiyah Juli, menurut ketua pembangunan masjid itu Darwansyah SE, juga disembelih tujuh ekor sapi kurban yang kemudian dagingnya dibagikan untuk warga mdi sekitaran mesjid.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here