Polisi Diminta Tertibkan Penambangan Ilegal di Krueng Bate Iliek

0
101
Ketua Umum FDKP Suhaimi Hamid.

RR, BIREUEN—Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) meminta polisi untuk menertibakan penambangan illegal yang terjadi di Krueng Bate Iliek, Kecamatan Samalanga, Bireuen.

“Berdasarkan data yang kami miliki, penambangan di Krueng Bate Iliek diduga beroperasi secara illegal. Karena itu, polisi harus menertibkannya. Terlebih, ativitas penambangan tesebut telah meresahkan masyarakat di Kecamatan Samalanga,” kata Ketua Umum FDKP Suhaimi Hamid, Selasa (30/7).

Menurut Suhaimi, beroperasinya tambang yang diduga illegal tersebut telah menyebabkan kondisi air sungai keruh dan tercemar dengan bahan berbahaya. Padahal, air sungai Bate Iliek merupakan sumber air bagi ribuan masyarakat yang berada di hilir krueng tersebut.

“Pemerintah Bireuen juga harus bertindak, Krueng Bate Iliek salah satu icon wisata alam. Bila airnya keruh, bagaimana keberlansungan tempat wisata yang paling diminati wisatawan lokal itu? Begitu juga jika wisata Bate Iliek harus tutup, berapa jumlah orang yang kehilangan pekerjaan?” tuturnya mempertanyakan.

Berdasarkan data yang diperoleh FDKP, kata Suhaimi, di Krueng Bate Iliek hanya ada satu izin tambang, namun yang bersangkutan tidak melakukan aktivitas saat ini.

“Jadi, dugaan kita, sejumlah penambangan yang beroperasi sekarang ini adalah illegal, Bahkan, salah satu yang beroperasi saat ini sangat dekat dengan bendungan, ancamannya adalah bendungan jatuh dan saluran irigasi terganggu,” sebut Suhaimi.

Suhaimi juga berharap, semua pihak sadar akan ancaman yang terjadi akibat aktivitas tersebut. “Sumber air Krueng Bate Iliek juga dimanfaatkan ribuan santri di beberapa dayah di Samalanga. Kami juga mendapatkan informasi dari Waled Nurzahri, banyak santri gatal-gatal selah mandi di sungai Bate Iliek dalam dua hari ini,” kata Suhaimi menjelaskan.

Suhaimi menduga, penyebab santri gata-gatal karena adanya pencemaran bahan kimia berbahaya yang ditumpahkan ke dalam sungai oleh pelaku tambang ilegal. “Maka untuk memastikan itu, kita minta pemerintah untuk mengambil sampel air sungai dan diuji laboratarium, agar kita mengetahui jenis bahan kimia yang mencemari Sungai Bate Iliek hingga mengakibatkan santri gatal-gatal,” pungkas Suhaimi Hamid.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here