Potensi Migas Aceh Diseminarkan di Unimal

0
70

RR, LHOKSEUMAWE—Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar seminar tentang potensi Migas Aceh. Acara bertema ‘Sinergitas BPMA dengan Pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Mendorong Percepatan Investasi Hulu Migas di Aceh’ ini berlangsung di Aula Meurah Silue Kampus Pascasarjana Unimal, Lancang Garam, Kota Lhokseumawe, Senin (8/4)

Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni Unimal Lhokseumawe, Politeknik Lhokseumawe, dan IAIN Lhokseumawe. Seminar ini terselenggara berkat kerja sama Unimal dengan SKK Migas, BPMA, Zaratex NV, dan Triangle Pase Inc.

Pada acara tersebut, pimpinan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe Nur Sa’adah menyerahkan beasiswa Rp30 juta yang diterima oleh Rektor Unimal Dr Herman Fithra ST MT untuk disalurkan kepada mahasiswa.

Seminar ini menghadirkan pemateri dari para pihak terkait. Antara lain Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Radhi Darmansyah, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, External Relation Specialist Zaratex NV Mardy Gaharu, dan Sakti Alamsyah dari Triangle Pase Inc.

Turut dihadiri Plt Kepala BPMA Dr Azhari Idris, Rektor IAIN Lhokseumawe Dr Hafifuddin, Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Rizal Syahyadi, Pimpinan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe Nur Sa’adah, perwakilan PT PHE NSB dan sejumlah undangan lainnya.

Dr Azhari Idris dalam sambutannya mengatakan, berakhirnya operasi Kilang Arun LNG beberapa tahun lalu, Aceh sudah tampak sepi dari perkembangan industri. Selain itu, pihak BPMA juga melihat bahwa nantinya pada tahun 2027 Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh akan berakhir. “Makanya kami menilai untuk pembiayaan Aceh harus dicari sumber lainnya dan salah satunya adalah menggali potensi migas yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil survei awal memperlihatkan di Blok Andaman III lepas pantai Aceh ditemukan cadangan migas, yang kandungannya hampir menyamai era Blok Migas Aceh yang dikelola Mobil Oil Indonesia dengan operator pengolahan LNG, PT Arun. “Dalam waktu dekat akan dilakukan pengeboran untuk melihat berapa besar kandungannya,” sebut Azhari.

Dikatakannya, Aceh sudah hampir 40 tahun tidak ada eksplorasi migas besar-besaran. “Sedangkan yang diproduksi PT Pertamina sekarang merupakan hasil temuan dari survei tahun 1970-an, hasilnya baru dinikmati saat ini,” katanya.

Ia mengharapkan, semoga ekplorasi baru bisa memberikan prospek yang bagus bagi Aceh di masa mendatang.

Sementara itu Rektor Unimal Herman Fithra mengatakan seminar tersebut untuk mengedukasi para mahasiswa atau generasi penerus bangsa yang konsentrasi di dunia migas. “Sehingga mereka mendapat pemahaman bagaimana mekanisme kerja dari SKK Migas dan BPMA serta terkait pengembangan migas ke depan,” katanya. (Dedy Syahputra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here