Senyum Sumringah Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen

0
49

RR, BIREUEN—Kecerian terpancarkan di wajah anak-anak berkebutuhan khusus yang mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Vokasional Bireuen. Mereka juga bisa bermaian dan belajar bersama dengan murid lain yang bersekolah di SDIT dan SMPIT Muhammaddiyah.

SLB Vokasional ini memang berada satu komlek dengan SDIT dan SMPIT Muhammadiyah Bireuen di Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang. Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini diresmikan peluncurannya oleh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bireuen dr Athaillah A Latief SpOG, Senin (5/8/2019).

Grand Opening atau peresmian SLB Vokasional tersebut turut dihadiri Kadis Dikbudpora Bireuen Drs M Nasir MPd, para kepala sekolah/madrasah di lingkungan Muhammadiyah, serta sejumlah warga dari berbagai kalangan.

Menurut Athaillah A Latief, grand opening itu sebagai salah satu bentuk silaturrahmi antara sekolah dengan masyarakat sekitar, pimpinan daerah, serta dinas/instansi terkait. “Lebih khususnya untuk memperkenalkan dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen telah diresmikan keberadaannya,” katanya.

SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen yang mengusung motto “Be Independent Children and Live a Better Life” dipimpin Istiarsyah SPdI SPd Med. Ia merupakan putra terbaik Aceh yang mengenyam pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. “Sekolah ini dipimpin oleh putra terbaik Aceh yang pernah menempuh studi yang linier dalam bidang pendidikan khusus (special education) di kampus dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Istiarsyah menyelesaikan S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh jurusan Agama Islam. Lalu ia menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang jurusan Pendidikan Khusus. Sementara studi lanjutan Pendidikan Khusus diselesaikannya di Sultan Idris Education University Malaysia. Pendidikan lainnya juga ditempuh di  University of Sydney, Australi. Di negara kangguru itu,  Istiarsyah menyelesaikan program professional learning bidang pendidikan inklusif. “Sekarang beliau juga sedang menempuh pendidikan dokter bidang pendidikan khusus,” pungkas dr Athaillah.

Mengapa SLB Vokasional?

Undang-undang telah mengamanatkan bahwa sekolah menyediakan layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk mempersiapkan mereka agar hidup mandiri, mendapat pekerjaan, dan/atau pendidikan pasca-Sekolah Menengah (IDEA, 2004). Namun, fakta membuktikan bahwa para penyandang disabilitas menghadapi tantangan yang sangat serius dalam mendapati sebuah pekerjaan, khususnya di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (low and middle-income countries) (D. Ebuenyi, Rottenburg, Bunders-Aelen & Regeer, 2018).

Pendidikan vokasional adalah sebagai jalur untuk mendapatkan sebuah pekerjaan didukung oleh sebagian besar Undang-undang Nasional serta United Nations Convention on the Rights of Persons with Disabilities (UNCRPD) (Yamamoto & Olson, 2016).

Pendidikan vokasional digunakan di seluruh dunia untuk meningkatkan peluang kerja bagi para penyandang disabilitas (McGurk & Mueser (2014), karena terdapat relevansi hubungan yang positif antara pendidikan vokasional dengan hasil dari sebuah pekerjaan (Tripney & Hombrados, 2013).

Organisasi International Labour Organisation (ILO) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) merekomendasikan untuk mendapatkan keterampilan vokasional sebagai sarana untuk memfasilitasi pekerjaan formal dan informal bagi para penyandang disabilitas, dan ini sangat relevan untuk ketercapaian tujuan dari Sustainable Development goals (SDGs) bagi mereka (Abbott, Wallace & Sapsford, 2017).

SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen adalah terobosan baru bidang pendidikan khusus yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Sekolah ini bertujuan memfasilitasi layanan transisi sukses setiap anak untuk kehidupannya setelah dirinya tamat sekolah menengah.

Untuk mencapai tujuan ini, SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen mengembangkan rencana transisi individu, pendidikan transisi dan pelatihan kejuruan berdasarkan pada kebutuhan, kemampuan, keterampilan hidup masing-masing anak berdasarkan minat, bakat, serta tujuan pribadi kehidupan anak.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here