Tim UPR Belajar Akreditasi ke Unsyiah

0
8
Rektorat Unsyiah menggelar pertemuan dengan Tim Pengembangan UPR.

RR, BANDA ACEH—Sejumlah pejabat Universitas Palangka Raya (UPR) yang tergabung dalam Tim Pengembangan UPR melakukan studi banding ke Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Mereka mempelajari lebih jauh pengembangan kampus, khususnya terkait akreditasi.

Kedatangan tim yang dipimpin Wakil Rektor UPR Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof Dr Sulmin Gumiri MSc ini disambut oleh Wakil Rektor I Unsyiah Prof Dr Marwan di Balai Senat Unsyiah, Jumat (21/6).

Marwan mengatakan, sejak Unsyiah berhasil meraih akreditasi dari C ke A, maka dalam tiga tahun terahir ini Unsyiah  telah dikunjungi oleh berbagai kampus di Indonesia. “Seperti UPR, mereka juga datang untuk mempelajari strategi keberhasilan Unsyiah dalam meraih lompatan akreditasi tersebut,” katanya.

Karena itu, Unsyiah menyambut baik kunjungan UPR ini. Sebab, bagi Unsyiah keberhasilan ini bisa menjadi motivasi perguruan tinggi lain untuk meningkatkan kualitas ataupun mutu pendidikannya. “Unsyiah tidak ingin maju sendiri. Maka Unsyiah sangat terbuka bagi kampus manapun yang ingin sharing atau belajar. Sebab, kita ingin bersama-sama membangun pendidikan di Indonesia,” ucap Marwan.

Marwan menjelaskan, bahwa status akreditasi Unsyiah akan berakhir pada 10 Juli 2020 dan Unsyiah menargetkan untuk mencapai predikat Unggul pada rekareditasi nanti. Oleh sebab itu, saat ini Unsyiah sedang  menyiapkan reakreditasi institusi. Di mulai dengan dibentuknya Tim Akreditasi Unsyiah dan melakukan sejumlah persiapan lainnya.

“Apalagi ada perubahan baru pada penilaian akreditasi kali ini yaitu dengan sembilan kriteria penilaian. Instrumen baru ini menjadi tantangan tersendiri bagi Unsyiah. Karena kita harus menyusun dokumen akreditasi ini secara mandiri,” ucap Marwan.

Sementara Sulmin Gumiri mengatakan ada beberapa tujuan utama kunjungan Tim Pengembangan UPR ini ke Unsyiah. Di antaranya adalah UPR ingin mengetahui strategi untuk meningkatkan status akreditasi UPR dari B ke A, mengenal lebih jauh program Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) Unsyiah, penerapan SPMI dan pelaksanaan AMI di Unsyiah, cara Unsyiah dalam mengembangkan aplikasi E-office dan aplikasi lainnya di bidang akademik maupun non akademik.

“Selain itu kita juga ingin mengetahui bagaimana persiapan Unsyiah menghadapi Akreditasi Perguruan Tnggi, termasuk pula peluang-peluang kerja sama antara Unsyiah dan UPR,” ucapnya.

Pada kesempatan ini Wakil Rektor III Unsyiah Dr Alfiansyah Yulianur BC  juga menjelaskan program SKPI yang telah dijalankan Unsyiah.  Alfiansyah mengatakan, program SKPI ini sangat membantu alumni Unsyiah setelah terjun ke dunia kerja. Sebab pada SKPI ada informasi kegiatan kemahasiswaan yang menjelaskan kegiatan apa saja yang telah mahasiswa tersebut ikuti dan keaktifannya pada organisasi selama kuliah, termasuk pula kegiatan sosial yang pernah diikutinya.

“Jadi informasi ini tentu sangat bermanfaat dan dibutuhkan dunia kerja dalam menerima pegawainya. Dengan SKPI ini, maka alumni kita punya penilaian tersendiri,” ungkap Alfiansyah.

Pertemuan ini dimoderatori oleh Wakil Rektor IV Unsyiah Dr Hizir. Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Biro Akademik Unsyiah Rahmat Lubis SE, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah Prof Dr  Adlim MSc, Ketua UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unsyiah Nazaruddin SSi MEngSc dan Tim APT yang diwakili Dr Ir Suhendrayatna MEng.

Setelah pertemuan itu, rombongan UPR disambut oleh Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng di ruang kerjanya. Rektor mengharapkan, kunjungan ini bisa menumbuhkan semangat UPR untuk meraih akreditasi yang baik seperti Unsyiah. Rektor juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan yang merupakan salah satu kunci sukses Unsyiah kala meraih akreditasi A.

“Semangat kebersamaan ini telah menjadi jati diri Unsyiah. Kami sadar, bahwa pencapaian besar ini tidak mungkin diraih kalau kita tidak bersinergi,” pungkas Prof Samsul.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here