Umuslim Menangkan Hibah PDS dan SCL dari Kemenristekdikti

0
44

RR, BIREUEN—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, berhasil memenangkan dua program hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Kedua program hibah tersebut adalah bidang program bantuan pembelajaran berpusat mahasiswa atau Student Center Learning (SCL) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS),” sebut Dekan FKIP Umuslim M Taufiq MPd melalui Kabag Humas Umuslim Zulkifli MKom, Jumat (14/6/2019).

Menurut Kabag Humas Umuslim yang mengutip informasi Dekan FKIP, kepastian memenangkan dua program hibah tersebut berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Dirjen Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemenristekdikti Nomor B/358/B2.1/PB.01.00/2019 tanggal 27 Mei 2019, dan Nomor B/464/B2.1/BP.01.01/2019 tanggal 15 Mei 2019.

Dijelaskannya, program hibah SCL itu untuk meningkatkan kualitas dosen dalam mengajar. “Nantinya mahasiswa diharapkan akan memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, kreatifitas, literasi digital, problem solving dan self directed learning,” paparnya.

Melalui hibah SCL berbasis TIK, lanjut Kabag Humas, nantinya akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dosen pada era Revolusi Industri 4.0. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan literasi data, literasi teknologi dan literasi sosial oleh seluruh mahasiswa FKIP Umuslim. “Semoga ke depan, program hibah SCL berbasis TIK ini dapat diperluas pada program studi lain dalam lingkup Umuslim,” imbuhnya.

Disebutkan juga, bahwa program hibah ini hanya dimenangkan oleh 11 perguruan tinggi seluruh Indonesia. “Dan Aceh satu-satunya Umuslim yang lolos. Ini sungguh sangat membanggakan,” ungkapnya.

Ditambahkan Zulkifli MKom, sesuai surat Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Nomor B/464/B2.1/BP.01.01/2019 tanggal 15 Mei 2019, FKIP Umuslim juga berhasil memenangkan Hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS).

“Program hibah PDS, sistemnya mengirimkan dosen untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah serta mengiplementasikan di perguruan tinggi. Sedangkan hibah SCL berbasis TIK lebih menekankan pada peningkatan kemampuan dosen dalam melaksanakan pembelajaran pada era revolusi 4.0,” tutupnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here